LDII Ku 3 - Siapakah Aku

LDII ku - Siapakah aku?

LDII ku kembali dengan cerita dihari ini. Setelah diawali langsung dengan cerita yang berat, sepertinya ada yang kurang mengenai sosok LDII ku ini. Siapakah aku?
Ada yang manggil mas, ada pula yang manggil mba hehe. Aku adalah laki-laki, sekarang sudah menikah puluhan tahun dengn sang istri tercinta. Plot cerita ku ini dimulai dari saat aku sangat kecil. Namaku adalah Haidar.

Eh, sorry kepada pembaca nih, kayaknya belon tau kan kayak gimana sich Haidar itu?
Haidar tuh umurnya sekarang baru sekitar 2,5 tahunan, gendut, dengan rambut keriting banget, ikal, badannya item manies. Senyumnya manieesss banget, cukup untuk ngebuat orang nyari batu buat ngelemparnya he heh. Haidar punya sedikit trauma sama orang Jawa yang lagi hamil, ceritanya gini…

Suatu ketika [ta’ela], Haidar dengan santainya lagi lenggang kaki di halaman rumahnya, dengan mulut monyong penuh nasi [ biasa, lagi disuapin he heh], seperti halnya anak kecil yang laen - walopun dia gak mau di sebut anak kecil - dia kelayaban ke rumah tetangga selagi disuapin. Nah, ibunya udah nunggu lumayan lama nih, bingung juga, kemana nih anak? Tau-tau orang yang di tunggu datang, cuman si Ibu kontan kaget, abis yang dilihat bukan lagi kayak anaknya! Si Haidar badannya dari ujung kaki ampe rambutnya yang kriting, basah semua!

Kalo kena aer sich mending, ini kena ludah!! Usut punya usut ternyata yang lakuinnya orang jawa yang hamil, yang ngebet pengen punya anak kayak Haidar. Yah pas liat Haidar lagi maen sendiri, kontan dia serang! Berhubung Haidar kagak lari malah mengo [diem ajah melongo] kayak orang bego, ya udah, di siram abish tuh badan he heh. Dan seperti biasa, Haidar masih melongo juga….hi hi hi

Jadi itulah aku. Bapakku adalah seorang pensiunan tentara, dan kami waktu itu masih tinggal di rumah dinas di suatu kota yang dingin. Keluargaku adalah keluarga besar yang terdiri dari 20 orang bersaudara hahaha. Sebagian ada yang sudah ngaji, sebagian ada yang belum. Didikan bapakku pak Baddar terhadap anak-anaknya sangat keras, dan tentunya menghasilkan anak2x yang keras kepala dan bandel pula. Kenakalan-kenakalan anak remaja sering dilakukan oleh kakak-kakak ku seperti merokok dan memakai ganja. Hal itu sepertinya biasa untuk kami yang biasa hidup dilingkungan komplek tentara atau disebut juga anak kolong.
Ibuku seorang yang berhati mulai dan lemah lembut, berkebalikan dengan sifat bapak ku yang keras. Dia sangat sayang dan selalu hidup husnudzon. Saking husnudzonnya, ibu kadang waktu menyapu di rumah tidak mencurigai apa-apa ketika banyak lintingan ganja beliau sapu bersih dan dibuang ke selokan dengan santainya hahaha.

Bagaimana awalnya bapak dan ibu mengikuti pengajian Quran Hadist? (bersambung...)

Comments

Wah, ldii ku asik mas ceritanya! met kenal ya! dari anak tangerang!

By doni (not verified)

Menarik dan bikin penasaran ceritanya. Terutama utk sy yg baru ngaji. Tetap menulis mas, insya A akan slalu sy dukung. Ajzklhr.

By Newbie (not verified)

Add new comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.